Prestasi Jenderal Tito Karnavian Sebagai Kapolri

RaMe – Kepiawaian Presiden Joko Widodo dalam memilih dan menempatkan orang pada bidang tugas penting memang tidak diragukan. Salah satu contohnya adalah dengan memasang Jenderal Tito Karnavian sebagai Kapolri untuk periode sekarang ini. Disamping memiliki segudang prestasi kelas nasional maupun dunia, usia yang masih bisa dibilang muda sebagai Kapolri ternyata juga menjadi nilai tambah tersendiri.

Kenapa demikian? Pak Tito ( sapaan akrab beliau – red ), memiliki wacana yang matang dan tajam dalam menjalankan tugasnya. Hal itu tertuang dalam program 100 hari yang digalakan untuk jajaranya. Program yang memang bertujuan untuk memajukan institusi kepolisian secara menyeluruh, merombak budaya yang kurang baik dalam tubuh POLRI, serta upaya peningkatan pelayanan publik. Semua hal tersebut semata-mata adalah upaya dari Kapolri untuk mengembalikan kepercayaan publik kepada instansi kepolisian.

Memang program tersebut bertajuk “Program 100 Hari Kapolri“, namun tentunya tidaklah mudah merombak budaya yang telah mengakar sekian tahun lamanya dalam waktu singkat. Poin inilah yang menguntungkan untuk usia muda Pak Tito sebagai Kapolri. Sehingga upaya-upaya memperbaiki citra POLRI di mata masyarakat dapat dikerjakan secara konsisten dan simultan. Karena jelas beliau masih berpeluang untuk melanjutkan masa jabatan pada periode berikutnya kalau melihat sisi usia.

Setelah melakukan banyak perombakan dalam tubuh POLRI dan beberapa inovasi yang sukses diluncurkan seperti halnya Panic Button dan SKSCK Online di Jawa Timur, baru-baru ini Pak Tito kembali mendapatkan perhatian dan apresiasi dari beberapa tokoh nasional. Hal ini berkaitan dengan kesuksesan beliau dalam menanggulangi agenda Bela Islam III oleh gabungan beberapa ormas Islam di Indonesia pada 2 Desember mendatang, atau yang dikenal dengan aksi 212.

Aksi yang merupakan lanjutan dari 4 November kemarin memang cukup banyak mengundang kekhawatiran berbagai lapisan masyarakat, terutama masyarakat Jakarta. Bagaimana tidak, aksi tersebut diprediksi akan menyebabkan kemacetan luar biasa di ibu kota. Karena demonstran akan melakukan aksi Gelar Sajadah mulai dari bundaran Hotel Indonesia hingga Istana Negara.

Menanggapi hal ini, Pak Tito bertindak cepat dan taktis dengan menggunakan metode persuasif-peventif. Beliau segera melakukan pertemuan dengan berbagai tokoh ormas Islam guna melakukan pendekatan dan negosiasi. Dalam pertemuan tersebut beliau mengatakan, “Memang kegiatan itu dikemas dalam bentuk nama gelar sajadah dan solat Jumat. Tapi tolong betul-betul dipahami, Undang-Undang nomor 9 Tahun 1998 memperbolehkan lakukan demo, unjuk rasa. Tapi ada batasannya”.

Batasan itu diantaranya, tidak mengganggu hak azasi orang lain. Dengan melakukan kegiatan yang memblokir jalan umum yang menjadi urat nadi Kota Jakarta, maka akan mengganggu pengguna jalan yang lainnya. “Kasihan mereka (pengguna jalan) terganggu hak azasinya,” tegasnya lagi. Beliau menyarankan lebih baik aksi digelar di Monas atau Istiqlal. Ataupun tempat lain yang memang lebih memadai dan sesuai dengan aksi bertajuk ibadah seperti itu. Dengan aksi di jalan, lanjut Pak Tito, akan mengganggu ketertiban umum, dan mengganggu hak azasi orang lain. “Di sisi lain kita muslim, itu (doa bersama) lebih afdol dilaksanakan di masjid”

Alhasil akhirnya disepakati aksi 212 akan digelar di Monas, dengan kegiatan sholat Jumat dan dzikir bersama. Kapolri juga berjanji bahwa Kepolisian akan membantu sarana dan akomodasi dalam aksi damai tersebut, bahkan akan ikut dalam kegiatan dzikir bersama.

Ditemui di waktu yang berbeda, Prabowo Subianto mengemukakan kekagumanya atas keberhasilan Kapolri dalam negosiasi dengan pimpinan-pimpinan ormas Islam. “Saya kira kita patut bersyukur ada pertemuan seperti itu. Ada kompromi-kompromi, ada give and take” kata Prabowo. Mantan Komandan Kopasus tersebut juga menambahkan bahwa Pemerintah ( melalui Kapolri – Red ) cukup tanggap dalam menangani tuntutan masyarakat. Sehingga aksi 212 dapat dilangsungkan di tempat yang lebih memadai untuk puluhan ribu massa tanpa menyebabkan gangguan yang berarti bagi aktivitas ibu kota. (rga)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s